Berita Pers

Sidang e-KTP, Dirut PT LEN Jelaskan Aliran Dana ke Direksinya

Admin 2 | Jumat, 05 Mei 2017 - 12:43:24 WIB | dibaca: 1651 pembaca

Jakarta -

Direktur Utama PT LEN Industri, Wahyudin Beganda, menjelaskan terkait aliran dana miliaran rupiah untuk direksinya. Dalam dakwaan perkara korupsi e-KTP terhadap Irman dan Sugiharto, lima direktur PT LEN Industri disebut menerima aliran dana sebesar Rp 6 miliar.

Dalam persidangan, Wahyudin membantah isi dakwaan mengenai jumlah aliran dana yang diterima oleh jajaran direksi PT LEN. Menurutnya jumlah uang diterima justru lebih banyak, yaitu  Rp 8 miliar. Namun demikian, dana tersebut tak berkaitan dengan bancakan proyek e-KTP.

"Itu anggaran pemasaran. Dan perlu diluruskan juga, jumlahnya itu justru sebenarnya Rp 8 miliar," ujar Wahyudin di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Anggaran Rp 8 miliar menurut Wahyudin merupakan ketetapan dari perusahaan untuk dana pemasaran. Uang tersebut, diakui Wahyudin, merupakan milik PT LEN Industri yang diberikan kepada jajaran direksi untuk kepentingan perusahaan.

Di antaranya menciptakan dan memelihara kelangsungan pasar, menjaga hubungan dengan mitra bisnis, serta kegunaan lain yang dibutuhkan untuk kepentingan perusahaan.

"Saya menerima Rp 2 miliar. Dan itu sebagai dana pemasaran berdasarkan kebijakan perusahaan," kata dia.

Mendengar pembelaan Wahyudin, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian membacakan Berita Acara Pemeriksaan dirinya.

"Dalam pembukuan PT LEN Industri yang dimiliki KPK, uang tersebut disebutkan sebagai dana operasional e-KTP," kata dia.

Wahyudin pun mengaku uang dari perusahaan tersebut bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Uang Rp 8 miliar tersebut tak diberikan secara gelondongan, melainkan berdasarkan kebutuhan.

"Jadi tidak satu sen pun saya menerima uang dari proyek e-KTP," tegas Wahyudin.

Jaksa KPK pun sempat mencecar perihal pengembalian uang tersebut kepada KPK. Menurut Wahyudin, dirinya sempat heran perihal pengembalian uang tersebut.

"Di BAP disebutkan uang dari e-KTP makanya saya kembalikan ke KPK. Waktu 2013 PT LEN digeledah dan dokumen diambil. Terakhir saya di BAP, saya sampaikan ada yang mengganjal di hati saya, karena dana itu dana pemasaran bukan dari proyek e-KTP," ucap dia.

Dalam dakwaan perkara e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto disebutkan Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri diperkaya sejumlah Rp 2 miliar.

Sementara direktur yang lain, yaitu Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara, masing-masing mendapatkan Rp 1 miliar.

 

 

 

Sumber : liputan6.com










Komentar Via Website : 60
UnormanUbDt
10 September 2021 - 18:36:42 WIB
<a href=https://buytadalafshop.com/>cheap generic cialis</a>
cocraspYM
15 September 2021 - 10:07:09 WIB
Tadalis Sx Soft Discount Retail
Noiggennaxh
15 September 2021 - 10:13:50 WIB
boymncymnJA
15 September 2021 - 16:57:42 WIB
<a href=http://buylasixshop.com/>furosemide pharmacy pitampura india</a>
Uncoordvo
20 September 2021 - 09:32:29 WIB
viagra y dolor de cabeza
matoedeHH
22 September 2021 - 07:49:06 WIB
https://buylasixshop.com/ - furosemide potassium sparing
unomororpIn
22 September 2021 - 15:38:57 WIB
<a href=https://buypriligyhop.com/>generic priligy online</a>
Hisfaphpi
23 September 2021 - 09:21:01 WIB
Achat Cialis 5 Mg
KillativeDH
01 Oktober 2021 - 08:45:38 WIB
Viagra Tabletten Wirkung
DiesqueLG
05 Oktober 2021 - 07:12:30 WIB
http://prednisonebuyon.com/ - prednisone dosing


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)