korupsi

Berkelakuan Baik Napi Korupsi Ratu Atut dan Jaksa Pinangki Dinyatakan Bebas, Ramai-ramai Total 23 Or

Admin 2 | Rabu, 07 September 2022 - 12:47:06 WIB | dibaca: 229 pembaca

Ratu Atut Chosiyah Bebas Bersyarat (Dok. Istimewa)

SUARA SEMARANG - Ratu Atut Chosiyah dan mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari resmi bebas hari ini dan menyandang sebagai eks napi korupsi.

Nama Ratu Atut Chosiyah dan mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari ada dalam 23 daftar eks napi korupsi yang ramai -ramai dinyatakan bebas.

Ratu Atut Chosiyah, mantan Gubernur Banten, terjerat dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar dan kasus pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten yang berhasil merugikan negara dengan total Rp 79 miliar.

Ratu Atut divonis 12,5 tahun penjara, namun ia dibebaskan bersyarat dari Lapas Wanita dan Anak Kelas IIA, Tangerang.  Ia sudah menjalani hukuman penjara selama hampir 9 tahun lamanya sejak 2013.

Hal yang sama pada mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari, ia dinyatakan bebas secara bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tangerang.

Pinangki saat menjabat sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, terjerat dalam kasus korupsi dan pencucian uang.

Pinangki terbukti di pengadilan terima suap USD 500 ribu dari buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra. 

Ia juga terlibat kasus pencucian uang senilai 444.900 dolar AS. Selain itu, Pinangki melakukan aksi menyuap pejabat Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung.

Pinangki divonis 4 tahun penjara denda Rp 600 juta, dari putusan awal 10 tahun penjara. Kala itu pengadilan menyatakan Pinangki telah menyesal dan pertimbangan kemanusiaan sebab masih merawat anak balita.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menyebut sepanjang September 2022 telah memberikan pembebasan bersyarat (PB) kepada 23 narapidana atau napi koruptor.

"23 narapidana Tipikor yang sudah dikeluarkan pada tanggal 6 September 2022," kata Kepala Bagian Koordinator Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkum RI, Rika Aprianti dalam keterangannya, Rabu (7/9/2022), melansir Suara.com.

Berikut rincian nama 23 nama napi korupsi yang dibebaskan oleh Ditjen PAS:

Ratu Atut Choisiyah Binti Alm, Tubagus Hasan Shochib; Desi Aryani Bin Abdul Halim; Pinangki Sirna Malasari; dan Mirawati Binti H. Johan Basri.

Kemudian, Syahrul Raja Sampurnajaya Bin H. Ahmad Muchlisin; Setyabudi Tejocahyono; Sugiharto Bin Isran Tirto Atmojo; Andri Tristianto Sutrisna Bin Endang Sutrisna; Budi Susanto Bin Lo Tio Song; dan Danis Hatmaji Bin Budianto.

Selanjutnya, Patrialis Akbar Bin Ali Akbar; Edy Nasution Bin Abdul Rasyid Nasution; Irvan Rivano Muchtar Bin Cecep Muchtar Soleh; Ojang Sohandi Bin Ukna Sopandi; Tubagus Cepy Septhiady Bin. TB E Yasep Akbar; Zumi Zola Zulkifli; Andi Taufan Tiro Bin Andi Badarudin; Arif Budiraharja Bin Suwarja Herdiana; Supendi Bin Rasdin; Suryadharma Ali Bin. HM Ali Said; Tubagus Chaeri Wardana Chasan Bin Chasan; Anang Sugiana Sudihardjo; dan Amir Mirza Hutagalung Bin. HBM Parulian.

Menurut Rika, 23 napi koruptor tersebut dibebaskan dari dua lembaga pemasyarakatan.

"Lapas Kelas I Sukamiskin dan Lapas Kelas IIA Tangerang," ucap Rika.

Dia menjelaskan, pemberian pembebasan bersyarat berdasarkan pasal 10 Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Di mana narapidana koruptor yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa terkecuali juga berhak. 

Meliputi dari Remisi; asimilasi;Cuti mengunjungi atau dikunjungi keluarga; Cuti bersyarat; Cuti menjelang bebas pembebasan bersyarat; dan hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persyaratan tersebut, kata Rika, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi.

"Persyaratan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi, berkelakuan baik; aktif mengikuti program Pembinaan; dan telah menunjukkan penurunan tingkat risiko," katanya.

Sehingga, total keseluruhan sepanjang tahun 2022 sampai bulan September total narapidana yang bebas mencapai 58.054 di seluruh Indonesia.

Sumber https://semarang.suara.com/ 










Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)