korupsi

Sespri Sebut Edhy Prabowo Beri Uang ke Pesilat Uzbekistan

Admin 2 | Kamis, 17 Juni 2021 - 10:57:12 WIB | dibaca: 1500 pembaca

Jakarta, CNN Indonesia -- 

Sekretaris pribadi mantan menteri kelautan dan perikanan Edhy Prabowo, Amiril Mukminin, mengungkapkan pernah diminta oleh Edhy untuk memberikan uang kepada pesilat asal Uzbekistan bernama Munisa Rabbimova Azim Kizi. Menurut Amiril, uang itu bersumber dari kantong pribadi Edhy.

Demikian terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster dengan terdakwa Edhy Prabowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (16/6) malam. Amiril memberikan keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi.

 

"Apakah saksi pernah diperintahkan oleh terdakwa untuk mengirim uang kepada Munisa Rabbimova Azim Kizi?" tanya jaksa.

"Pernah," jawab Amiril.

"Siapa Rabbimova?" lanjut jaksa.

"Sepengetahuan saya itu adalah atlet dari Uzbekistan karena pada waktu itu kan ada Sea Games yang diselenggarakan di Indonesia. Kebetulan Pak Edhy sebagai manajer atlet Indonesia dan pada saat Rabbimova melakukan pertandingan dengan Indonesia dia mengalami cedera. Sepengetahuan saya itu adalah uang untuk apa, ya, pembinaan dari bapak," jelas Amiril.

Amiril, yang juga merupakan terdakwa dalam kasus ini, mengklaim sumber uang tersebut berasal dari kantong pribadi Edhy.

"Sumber uangnya kalau itu masih dari punya bapak [Edhy] sendiri," pungkas Amiril.

Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa pada 28-29 Oktober 2020, Edhy melalui Amiril dan staf istrinya yang bernama Ainul Faqih mengirimkan uang melalui Western Union sebanyak 3 kali dengan jumlah seluruhnya US$5.000 kepada Rabbimova dengan source fund tabungan dan purpose fund dana atas pembayaran barang dan jasa/ transaksi komersial answer.

Edhy diadili karena didakwa menerima suap sebesar US$77 ribu atau sekitar Rp1,12 miliar dan Rp24.625.587.250 dari sejumlah perusahaan terkait izin budi daya lobster dan izin ekspor Benih Bening Lobster (BBL).

Ia didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sumber https://www.cnnindonesia.com/ 










Komentar Via Website : 98
FLUIFSLABgg
19 Desember 2021 - 09:05:05 WIB
<a href="https://abuyzithromi.com ">zithromax for sinus infection</a>
Offistvityk
19 Desember 2021 - 22:15:20 WIB
Viagra 25mg
AbraplyGD
20 Desember 2021 - 03:30:59 WIB
<a href="https://vpropecian.com ">buy propecia without doctor</a>
EmpollaHi
20 Desember 2021 - 20:26:31 WIB
Buy Xenical Orlistat 120mg
Impummaoe
31 Desember 2021 - 04:38:21 WIB
kamagra insuficiencia cardiaca <a href="https://vskamagran.com ">venta kamagra entrega</a> purchase kamagra in u s a
roorngdtohh
10 Januari 2022 - 09:30:19 WIB
https://nextadalafil.com/ cialis at canadian pharmacy
tadalafil online with out prescriptionzt
16 Januari 2022 - 23:35:11 WIB
https://cialisvet.com/ tadalafil daily online
cost tadalafil genericeq
17 Januari 2022 - 15:20:42 WIB
<a href="https://nextadalafil.com/#">where to order tadalafil tablets</a> cialis without prescription
Soydaydonnd
25 Januari 2022 - 10:13:46 WIB
Order Doxycycline Online Uk https://www.alevitrasp.com
FeriEvigend
26 Januari 2022 - 22:46:59 WIB
[url=https://alevitrasp.com]levitra prix en france[/url] showed in the rat that sodium nitrite NaNO administered intracavernosally increased ICP decreased systemic arterial pressure and was fold less potent than the NO donor SNP.


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)